Tuesday, January 12, 2016

Kau

Tak pernah ku meminta kau tuk datang, tak pernah pula terfikir tuk inginkan hadirnya kau
Siapa kau?
.
Senja lalu ku hanya berbisik pada Tuhan, tuk disampaikanNya salam rinduku, tulus
Walau memang tak tertuju pada siapapun
Lalu, siapa kau?
.
AlurNya pun rumit, amat cepat ritmenya, hingga tak sanggup nalarku cerna
Siapa kau sebenarnya?
.
.
Kau
Sosok di depanku
Mengapa tersenyum padaku?
.
.
.
.
.
Kau masih di depanku, senyum kau pun tetap setia di sana
Namun uluku berdenyut seketika, peluku mulai berdesir
Ada apa?
.
Senyum kau kian merekah, seiring bergulirnya waktu
Tapi ku tetap terdiam, sibuk dengan apa yang ku rasa, ya semakin ngilu
Mengapa?
.
Setelahnya senyum kau mulai menguncup, menatapku bersalah
Tak kunjung ku balas senyum itu, tak tahu mengapa ku tak dapat, meski ingin rasanya
Bagaimana?
.
Senyum kau menghilang, tatapmu amat dalam, menusuk sukmaku
Seperti menggumamkan sesuatu, tapi ku tak mengerti
Ada apa sebenarnya?
.
Lambat laun sosok kau meredup, berbayang, hingga tak terlihat
Dan seketika ragaku begetar, lalu jiwaku lemas tak berdaya, menatap angin di depanku
Kemana kau?
.
.
Iya
Kau
Kemana perginya?
Siapakah sebenarnya?
Apa niat datang, jikalau hanya untuk pergi?
Ini begitu rumit untuk otak dangkalku

No comments:

Post a Comment